Minggu, 02 Februari 2014

Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi saw. dari apa yang diriwayatkan dari Allah azza wa jalla, bersabda: Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan keburukan kemudian menjelaskan keduanya, maka siapa yang niat akan berbuat kebaikan (kebaikan) lalu tidak dikerjakannya dicatat untuknya satu kebaikan, dan bila dikerjakannya dicatat oleh Allah sepuluh kebaikan, dapat bertambah hingga tujuh ratus kali, dan dapat berlipat lebih dari itu. Sebaliknya, jika niat akan berbuat keburukan (dosa) lalu tidak dikerjakan, dicatat untuknya satu kebaikan yang cukup (sempurna), dan bila niat lalu dilaksanakan maka dicatat satu dosa. (Bukhari, Muslim).

Sabtu, 01 Februari 2014

VISI DAN MISI FKM3 ENREKANG

VISI & MISI FKM3 ENREKANG A. VISI Terciptanya pelajar dan mahasiswa massenrempulu yang islami pada seluruh aspek kehidupan sesuai dengan pemahaman Shalafus shaleh B. MISI 1.Membina aqidah dan akhlak yang shahih sesuai dengan pemahaman para Shalafus shaleh 2.Mempererat ukhuwah Islamiyah antara pelajar dan mahasiswa Muslim Massenrempulu 3.Meningkatkan kualitas ilmu syar’i, serta ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) 4.Membentuk pelajar dan mahasiswa yang profsional dalam menyebarluaskan syiar Islam di daerah Massenrempulu

Sejarah Berdirunya FKM3 Enrekang

Berdasarkan identifikasi realistis ternyata Kab.Enrekang yang berada khusunya di wilayah Sulawesi Selatan tingkat kepedulian dan pemahaman mereka tentang Islam masih berada pada posisi terendah. Dengan melihat kondisi itu sebagai generasi pengemban amanah dakwah perkembangan komunitas mahaiswa muslim massenrempulu tersebut. Yang harus dipikirkan lebih serius karena seiring dengan perkembangan daerah dimana mereka berada, adalah belum bisa memberi konstribusi pemikiran kepada pemerintah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas mutu pemahaman keislaman mereka yang shahih, karena selama ini masyarakat luas bahkan pemerintah tidak terlalu memperhatikan masyarakat massenrempulu, sehingga masyarakatnya selalu menjdi simbol kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan. Oleh karena itu, kami generasi massenrempulu khususnya yang kuliah di kota Makassar berinisiatif untuk membentuk suatu organisasi Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim Massenrempulu (FKM3) sebagai wadah tempat berkumpulnya pelajar mahasiswa massenrempulu yang kuliah di kota Makassar dengan tujuan, membangun masyarakat massenrempulu yang berakhlak muliah dan berwawasan Qur’ani yang sesuai dengan pemahaman Ahlussunnah Wal Jama’ah.Pada tanggal 4 syawal 1425 H / 28 November 2004 M di Desa Tominawa Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang,Resmilah terbentuk organisasi yang di beri nama FKM3 Enrekang.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Semangat Dakwah Mengundang Datangkan Hidayah



Sebuah kisah menarik tentang semangat dakwah,yang disampaikan oleh DR.Muhammad Ratib an-nabulsy,saat khutbah jumat 02 Juli 2010.
              Menjadi kebiasaan di hari Jumat,seorang imam mesjid dan anaknya yang berumur 11 tahun membagi brosur di jalan-jalan dan keramaian,sebuah brosur dakwah yang berjudul “Tharikun ilal jannah (jalan menuju surga).
              Tapi kali ini ,suasana sangat dingin ditambah rintik air hujan yang membuat orang benar-benar malas untuk keluar rumah.Si anak telah siap memakai pakaian tebal  dan jas hujan untuk mencegah dinginnya udara,lalu ia berkata kepada sang ayah
              “saya sudah siap ,ayah!”
              “ siap untuk apa, Nak?”
              “Ayah, bukankan ini waktunya kita menyebar brosur ” jalan menuju jannah?”
              “ Udara di luar sangat dingin,apalagi gerimis”.
              “ Tapi ayah,meski udara sangat dingin ,tetap saja ada orang yang berjalan menuju          neraka!”
              “Saya tidak tahan dengan suasana dingin di luar”
              “Ayah jika diizinkan,saya ingin menyebarkan brosur ini sendirian.”
              Sang ayah diam sejenak lalu berkata ,” baiklah,pergilah dengan membawa beberapa brosur yang ada .”
              Anak itupun keluar ke jalanan kota untuk membagi brosur kepada orang yang dijumpainya ,juga dari pintu kepintu.Dua jam berjalan dan brosur hanya tersisa sedikit saja jalanan sepi dan ia tidak menjumpai orang yang lalu lalang di jalanan.Iapun mendatangi sebuah rumah untuk membagi brosur itu.ia pencet tombol bel rumah namun tak ada jawaban.ia pencet lagi namun tak ada yang keluar.Hampir saja ia pergi ,namun seakan ada suatu rasa yang menghalanginya .untuk kesekian kalinya ia kembali memencet bel ,dan iya ketuk pintu dengan lebih keras ,iya tunggu beberapa lama ,hingga pintu terbuka pelan ada wanita tua keluar dengan raut wajah yang menyiratkan kesedihan yang dalam .Wanita itu berkata”apa yang bisa dibantu wahai anakku?”
              Dengan wajah ceria ,senyum yang bersahabat si anak berkata” Nek mohon maaf jika saya mengganggu anda,saya hanya ingi mengatakan,bahwa Allah mencintai anda dan akan menjaga anda ,dan saya membawa brosur dakwah untuk anda yang menjelaskan bagaimana anda mengenal Allah,apa yang seharusnya dilakukan manusia dan bagaimana cara memperoleh ridha-Nya.”
              Anak itu menyerahkan brosurnya ,dan sebelum ia pergi wanita itu sempat berkata “terima kasih nak.”
        
         Sepekan Kemudian
       Usai shalat jumat, biasa imam mesjid berdiri dan menyampaikan sedikit taushiyah,lalu berkata” adakah diantara hadirin yang ingin bertanya.atau ingin mengutarakan sesuatu?”
              Di barisan belakang terdengar suara seorang wanita tua berkata “tak ada seorang pun hadirin yang mengenalku,dan baru kali ini saya datang ketempat ini.sebelum jumat yang lalu saya belum menjadi seorang muslimah,dan tidak berpikir untuk menjadi seperti ini sebelumnya.sekitar sebulan lalu suamiku meninggal,padahal ia satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini.Hari jumat yang lalu saat udara yang sangat dingin dan diiringi gerimis,saya kalap ,karena tak tersisa lagi harapanku untuk hidup.Maka saya mengambil tali dan kursi ,dan saya membawanya keatas kamarku.Saya ikat satu ujung tali di kayu atap,saya berdiri di kursi lalu saya kalungkan ujung tali yang satunya keleher ,saya memutuskan untuk bunuh diri.
              Tapi ternyata bel berdering  lagi,dan kuperhatikan ketukan pintu semakin keras .Saat kubuka pintu,kulihat seorang bocah yang berwajah ceria,dengan senyuman laksana malikat yang tidak pernah aku melihatnya anak seperti itu.Iya mengucapkan kata-kata yang menyentuh sanubariku,”saya hanya ingin mengatakan kepada anda bahwa Allah mencintai anda dan menjaga anda.”kemudian anak itu menyodorkan brosur kepadaku yang berjudul “jalan menuju surga”
              Akupun segera menutup pintu,aku mulai membaca isi brosur.Setelah membacanya aku naik kelantai atas,melepaskan ikatan tali di atap dan menyingkirkan kursi.saya telah mantap untuk tidak memerlukan itu lagi selamanya.
              Anda tahu sekarang ini aku benar-benar bahagia,karena bisa mengenal Allah yang Esa,tiada ilah yang haq selain Dia.
              Dan karena alamat markaz dakwah tertera di brosur itu,maka saya datang kesini sendirian untuk mengucapkan pujian kepada Allah,kemudian berterima kasih kepada kalian khususnya “malaikat kecil” yang telah mendatangiku pada saat yang sangat tepat.Mudah-mudahan itu menjadi sebab selamat saya dari kesengsaraan menuju kebahagiaan jannah yang abadi.
              Mengalirlah air mata para jamaah yang hadir di mesjid,gemuruh takbir “Allahu akbar”menggema diruangan .sementara sang imam turun dari mimbarnya menuju shaf paling depan tempat dimana putranya yang tak lain adalah “maliakat” kecil itu duduk.Sang ayah mendekap dan mencium anaknya diiringi tangisan haru.Allahu akbar.

Kamis, 01 Agustus 2013

Manejmen Qalbu

Tidak MUDAH tersenyum ketika hati menangis dan teriris
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Ilahi
Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita

Tidak MUDAH bangkit dalam keadaan terpuruk
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari...
Bahwa Allah sedang menyapa dengan cinta-Nya Agar kita tumbuh besar dan kuat

Tidak MUDAH memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan
Tapi akan terasa INDAH ketika kita bisa membahagiakan orang lain
Bukan membahagiakan diri sendiri

Tidak MUDAH memaafkan ketika kita dibenci dan di hina
Tapi akan terasa INDAH kalau itu bagian dari penyucian diri...
Dan ikhlash hanya mengharap ridlo Ilahi

Tidak MUDAH melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itu adalah awal dari kesuksesan kita

Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh
Untuk mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya

Tidak MUDAH menghilangkan duka karena kehilangan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari...
Bahwa Tuhan telah meminjamkan kepada kita beberapa saat

Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera
Tapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur
Dan menyadari itu bagian dari cara Allah menyayangi hambanya...
Seperti Allah menyayangi para Nabi dan Rasul-Nya.

Minggu, 28 Juli 2013

Ujian Pasti Menyapa



Siapa yang tidak pernah di timpa kesedihan  dan duka? Siapa yang tidak pernah ditimpa musibah? Dan siapa yang selalu hidup senang dan gembira? Sesungguhnya semua orang pernah mengalami keadaan yang tidak menyenangkan  bagi dirinya.  Dan tidak diragukan lagi bahwa tidak ada seorangpun mengalami keadaan yang tidak menyenangkan dirinya, dan tidak di ragukan lagi bahwa tidak ada seorangpun yang selamat dari hal teserbut, sampai para nabi dan rasul serta orang shaleh pun pernah mengalaminya, bahkan ujian yang mereka terimah jauh lebih berat dari yang lainnya.Renungkanlah bagai mana Allah menggambarkan dalam Al-Qur’an tentang ujian dan kepahitan hidup yang menimpah para nabi dan rasul serta orang shaleh, tetapi mereka tetap dan terus bersabar serta ridha menerimah ketentuan Allah tersebut.  Perhatikan bagaimana kisah Nabi Nuh ‘Alihissalam dalam firman Allah  

"Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan kami memperkenankan doanya, lalu kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar".
 (Anbiya’:76)                                                                                                                                                                        Tentang kisah Nabi Ayyub ‘Alaihissalam , Allah berfirman :


"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), Sesungguhnya Aku Telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".(Anbiya’: 83)

Nabi Ayyub ditimpa musibah sakit selama delapan belas tahun. Sungguh masa yang sangat panjang dalam meneriama cobaan dan penderitaan, tetapi ia tetap sabar dan ridha menghadapinya.  Dan masih banyak lagi kisah para nabi- nabi Allah yang  di timpa musibah yang luar biasa namun mereka tetap sabar. Lihatlah bagaimana mereka memuji Allah atas karunia-Nya berupa surga yang penuh dengan kenikmatan, dan dihilangkannya semua duka dan kesedihan yang dirasakan saat mereka di dunia. Sungguh ini merupakan penyejuk hati orang yang beriman dan obat bagi hati yang sedang berduka, sehingga menjadi sabar dalam menjalani kehidupan dunia ini. Dari sini hendaknya kita sadari bahwa kehidupan ini penuh dengan ujian dan cobaan. Hal tersbut menuntut kita agar memiliki pemaham dan sikap serta akhlak yang benar dalam menghadapinya sehingga dapat keluar dari ujian sesuai dengan apa yang Allah ridhai. 
                            Hidup adalah ujian ,nikmat adalah ujian